SlideShow

Undergroundshop™ Slideshow: BLackLine©’s trip from Makassar, Sulawesi, Indonesia to was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.
0

SINNER BOX [personil]





1

NEW STOCK ON BLACKLINE..!!! (Juny)











0

NEW STOCK ON BLACKLINE..!!!












0

blackline stock
















AND MANY MORE...!!!! @ BTC lt.3, watampone
0

SINNER BOX

    

   SINNER BOX [Watampone PunkbobRock]



Personil ::


Kota Asal ::
Watampone,sulawesi selatan

Perusahaan Rekaman    ::
No Lable,, D.I.Y.

Biografi  ::
Sinner box was formed in 2010,
 This band does not have a handle or manager. Band That We form this stand alone.

  Berawal dari kegemaran sekumpulan anak ingusan yang suka meneriakkan isi hati dan otaknya melalui musik, Sinner box lahir di kota watampone,sulsel pada bulan 10 tahun 2010 digawangi oleh eQz [kawat karat], lendy [monster grafity], anjung [GSP], dan chygen skin [GSP]..

  masing2 personil sebelumnya tlah memiliki band. lalu kmudian berkumpul dalam satu visi misi membentuk 1band LAGI yang bergenre punkrock. "karena musik adalah hidup"

  dalam bermusik, kami memasukkan beberapa unsur. seperti ska,reggae,dangdut,rockabily, sampe yang bernuansa crustcore juga ada.. biar rame skalian..!! hahaah... toh Ga ada larangan dalam berekspresi.. ^_^

 lirik2 lagu yang diteriakkan bercerita tntang kisah hidup, pengalaman pribadi, aksi protes tntang hal yang dianggap salah, ntah itu politik,hukum,sosial atau budaya. nuansa cinta juga ga luput dari lagu2 kami.. tapi Ga cengeng kayak kangen band..!! ahahah

  nama SINNER BOX yang berarti kotak pendosa kami ambil "berkat" ksadaran diri bahwa manusia ga ada yang luput dari dosa.. dan kami sadar sering melakukan dosa.. keempat personil yang juga pendosa ini seakan2 dsatukan dalam sbuah kotak kardus yang lusuh.. ahahahah....

            GO FREEDOM..!! GO PUNK..!! AND BE YOUR SELF..!!



basecamp ::

    BlackLine
 [BTC lt.3 watampone]
0

T-Shirt (NEW)

                    
 Info:: BTC lantai3 BlokM
  more info:: hub.085299981156                                                                                          
0

Body Piercing

0

Temporary Tattoo

0

Accesories*

0

Emblem & Stickers

0

Komunitas Musik Punk

Komunitas yang satu ini memang sangat berbeda sendiri dibandingkan dengan komunitas pada umumnya. Banyak orang yang menilai bahwa komunitas yang satu ini termasuk salah satu komuitas yang urakan, berandalan dan sebagainya. Namun jika dicermati lebih dalam banyak sekali yang menarik yang dapat Anda lihat di komunitas ini. Punk sendiri terbagi menjadi beberapa komunitas-komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri, terkadang antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain juga sering terlibat masalah. Walaupun begitu mungkin beberapa komunitas Punk di bawah ini dapat mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari.


Punk Community................


Anarcho Punk
Komunitas Punk yang satu ini memang termasuk salah satu komunitas yang sangat keras. Bisa dibilang mereka sangat menutup diri dengan orang-orang lainnya, kekerasan nampaknya memang sudah menjadi bagiandari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka juga terlibat bentrokan dengan sesama komunitas Punk yang lainnya.
Anarcho Punk juga sangat idealis dengan ideologi yang mereka anut. Ideologi yang mereka anut diantaranya, Anti Authoritarianism dan Anti Capitalist.Crass, Conflict, Flux Of Pink Indians merupakan sebagian band yang berasal dari Anarcho Punk.

Crust Punk
Jika Anda berpikir bahwa Anarcho Punk merupakan komunitas Punk yang sangat brutal, maka Anda harus menyimak yang satu ini. Crust Punk sendiri sudah diklaim oleh para komunitas Punk yang lainnya sebagai komunitas Punk yang paling brutal. Para penganut dari faham ini biasa disebut dengan Crusties. Para Crusties tersebut sering melakukan berbagai macam pemberontakan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Musik yang mereka mainkan merupakan penggabungan dari musik Anarcho Punk dengan Heavy Metal. Para Crusties tersebut merupakan orang-orang yang anti sosial, mereka hanya mau bersosialisasi dengan sesama Crusties saja.

Glam Punk
Para anggota dari komunitas ini merupakan para seniman. Apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari sering mereka tuangkan sendiri dalam berbagai macam karya seni. Mereka benar-benar sangat menjauhi perselisihan dengan sesama komunitas atau pun dengan orang-orang lainnya.

Hard Core Punk
Hard Core Punk mulai berkembang pada tahun 1980an di Amerika Serikat bagian utara. Musik dengan nuansa Punk Rock dengan beat-beat yang cepat menjadi musik wajib mereka. Jiwa pemberontakan juga sangat kental dalam kehidupan mereka sehari-hari, terkadang sesama anggota pun mereka sering bermasalah.

Nazi Punk
Dari sekian banyaknya komunitas Punk, mungkin Nazi Punk ini merupakan sebuah komunitas yang benar-benar masih murni. Faham Nazi benar-benar kental mengalir di jiwa para anggotanya. Nazi Punk ini sendiri mulai berkembang di Inggris pada tahun 1970an akhir dan dengan sangat cepat menyebar ke Amerika Serikat. Untuk musiknya sendiri, mereka menamakannya Rock Against Communism dan Hate Core.

The Oi
The Oi atau Street Punk ini biasanya terdiri dari para Hooligan yang sering membuat keonaran dimana-mana, terlebih lagi di setiap pertandingan sepak bola. Para anggotanya sendiri biasa disebut dengan nama Skinheads. Para Skinheads ini sendiri menganut prinsip kerja keras itu wajib, jadi walaupun sering membuat kerusuhan mereka juga masih memikirkan kelangsungan hidup mereka. Untuk urusan bermusik, para Skinheads ini lebih berani mengekspresikan musiknya tersebut dibandingakan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Para Skinheads ini sendiri sering bermasalah dengan Anarcho Punk dan Crust Punk.

Queer Core
Komunitas Punk yang satu ini memang sangat aneh, anggotanya sendiri terdiri dari orang-orang “sakit”, yaitu para lesbian, homoseksual, biseksual dan para transexual. Walaupun terdiri dari orang-orang “sakit”, namun komunitas ini bisa menjadi bahaya jika ada yang berani mengganggu mereka. Dalam kehidupan, anggota dari komunitas ini jauh lebih tertutup dibandingkan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Queer Core ini sendiri merupakan hasil perpecahan dari Hard Core Punk pada tahun 1985.

Riot Grrrl
Riot Grrrl ini mulai terbentuk pada tahun 1991, anggotanya ialah para wanita yang keluar dari Hard Core Punk. Anggota ini sendiri juga tidak mau bergaul selain dengan wanita. Biasanya para anggotanya sendiri berasal dari Seattle, Olympia dan Washington DC.

Scum Punk
Jika Anda tertarik dengan Punk, mungkin ini salah satu komunitas yang layak untuk diikuti. Scum Punk menamakan anggotanya dengan sebutan Straight Edge Scene. Mereka benar-benar mengutamakan kenyamanan, kebersihan, kebaikan moral dan kesehatan. Banyak anggota dari Scum Punk yang sama sekali tidak mengkonsumsi zat-zat yang dapat merusak tubuh mereka sendiri.

The Skate Punk
Skate Punk memang masih erat hubungannya dengan Hard Core Punk dalam bermusik. Komunitas ini berkembang pesat di daerah Venice Beach California. Para anggota komunitas ini biasanya sangat mencintai skate board dan surfing.

Ska Punk
Ska Pun merupakan sebuah penggabungan yang sangat menarik antara Punk dengan musik asal Jamaica yang biasa disebut reggae. Mereka juga memiliki jenis tarian tersendiri yang biasa mereka sebut dengan Skanking atau Pogo, tarian enerjik ini sangat sesuai dengan musik dari Ska Punk yang memilikibeat-beat yang sangat cepat.

Punk Fashion
Para Punkers biasanya memiliki cara berpakaian yang sangat menarik, bahkan tidak sedikit masyarakat yang bukan Punkers meniru dandanan mereka ini. Terkadang gaya para Punkers ini juga digabungkan dengan gaya berbusana saat ini yang akhirnya malah merusak citra dari para Punkers itu sendiri. Untuk pakaiannya sendiri, jaket kulit dan celana kulit menjadi salah satu andalan mereka, namun ada juga Punkers yang menggunakan celana jeans yang sangat ketat dan dipadukan dengan kaos-kaos yang bertuliskan nama-nama band mereka atau kritikan terhadap pemerintah. Untuk rambut biasanya gaya spike atau mohawk menjadi andalan mereka. Untuk gaya rambut ini banyak orangorang biasa yang mengikutinya karena memang sangat menarik, namun terkadang malah menimbulkan kesan tanggung. Body piercing, rantai dan gelang spike menjadi salah satu yang wajib mereka kenakan. Untuk sepatu, selain boots tinggi, para Punkers juga biasa menggunakan sneakers namun hanya sneakers dari Converse yang mereka kenakan.
Gaya para punkers tersebut nampaknya semakin marak dikenakan akhir-akhir ini, jika begitu mungkin Anda setuju dengan ungkapan PUNK NOT DEAD...!!
0

Punk Anti kemapanan,Dead of Nation

Pada awal kelahirannya, punk memang teridentifikasi sebagai pemberontakan. Pemberontakan Punk dinyatakan dengan pemberontakan semiotik yang diaplikasikan pada fesyen dan musik. Namun pemberontakan tersebut pula yang dijual oleh industri dan dijadikan sebagai sumber profit yang dapat dieksploitasi. Hal ini ditandai dengan bergabungnya Sex Pistols, salah satu band Punk generasi tahun 70an, dengan industri musik mainstream EMI. Kemudian pasar industri musik dipenuhi dengan band-band kloning mereka yang merubah subkultur punk menjadi sesuatu yang mapan. Pemberontakan dapat dibeli. Akhir dari era Sex Pistols ini, merupakan titik balik sejarah perkembangan Punk. Ketika Punk menjadi komoditas pasar yang dapat dieksploitasi, individu yang terlibat dalam sub kultur ini mengasingkan diri kembali. Sehingga Punk berpindah ke bawah tanah, tetap eksis tetapi tidak terliput mainstream. Justru setelah era Sex Pistols tersebut, Punk berkembang dengan pesat melalui jaringan pertemanan yang independen. Perkembangan Punk setelah tahun 70-an ditandai dengan berpindahnya aktivitas Punk dari Inggris ke Amerika. Disanalah scene-scene Punk menjamur. Pemberontakan semiotik telah mengalami banyak perubahan meskipun tidak total. Pada generasi ini, akan sulit untuk melihat Punk semata mata dengan penandaan pencitraan atau imaji belaka (baca: fesyen). Diinspirasi oleh tulisan-tulisan Situasionis, pemicu pemberontakan May 1968 di Paris, Punk seolah-olah merubah strategi dari semata-mata pemberontakan semiotik menjadi sebuah gerakan gaya hidup tandingan. Punk generasi kedua ini memfokuskan pada isu-isu dan aktvitas independen yang lebih politis daripada generasi Sex Pistols seperti isu feminisme, gender, pemberdayaan komunitas, independensi, rasisme, isu anti-perang dan lain-lain. Semua ini merupakan isu komunal yang beredar diantara komunitas Punk sendiri dalam rangka melawan informasi dari budaya mainstream. Dengan peranan media mainstream yang meliput Punk generasi Sex Pistols, banyak remaja yang terjebak miskonsepsi tentang ideologi pemberontakan ala Punk. Banyak remaja yang merasa cocok dengan image pemberontakan lalu mengadaptasi fashion dan musik Punk. Sebagian dari mereka hanya ingin tampil beda di masyarakat dengan pemahaman yang setengah-setengah mengenai Punk. Dengan pemahaman yang setengah-setengah ini, remaja mengartikan Punk sebagai hidup bebas tanpa aturan. Akibatnya, banyak dari mereka yang melakukan tindakan-tindakan yang meresahkan masyarakat. Salah satu contoh kecilnya adalah mabuk-mabukan di muka umum secara bergerombol, meminta uang secara paksa kepada masyarakat, dan lain sebagainya. Masyarakat yang awam mengenai Punk menarik kesimpulan bahwa Punk adalah segerombolan remaja yang berperilaku seperti itu. Didukung dengan hingar bingar musik Punk dan lirik yang berisi kecaman-kecaman pemberontakan mengakibatkan miringnya persepsi masyrakat mengenai Punk. Bahkan ada juga masyarakat yang menganggap Punk hanya sekedar aliran musik keras belaka. Masuknya Punk ke Indonesia tidak lepas dari pemberitaan media mainstream. Di Indonesia, kultur Punk dikenal pertamakali sebagai bentuk musikal dan fashion statement. Kultur Punk telah hadir tanpa substansi sejak awal. Punk tidak hadir sebagai respon keterasingan dalam masyarakat modern, melainkan dari sebuah kerinduan akan sebuah bentuk representasi baru saat tak ada hal lama yang dapat merepresentasikan diri remaja lagi. Maka tidak heran, apabila hal-hal yang substansial baru muncul bertahun tahun setelah Punk dikenal secara musikal dan fashion statement. Ini adalah sebuah keterlanjuran. Meskipun akhirnya substansi Punk hadir di Indonesia pada pertengahan tahun 90an melalui akses internet, tak berbeda dengan yang terjadi di negara lain, di Indonesia Punk dianggap sebagai segerombolan remaja biang onar atau sekedar aliran musik keras yang vokalisnya meracau tak jelas. Padahal pada pertengahan tahun 90an, komunita Punk di Indonesia merupakan komunitas Punk dengan jumlah populasi terbesar di dunia. Penganut kultur punk (Punks) di Indonesia mulai mengadopsi substansi Punk yang termasuk di dalamnya ideologi, etika DIY (Do It Yourself), pandangan politis, dan lain sebagainya. Salah satunya adalah gaya hidup positif Straigh Edge yang menolak konsumsi alkohol, rokok, obat-obatan terlarang, dan perilaku seks bebas.
0

Asal-usul dan ideologi subkultur PUNK

Punk sebagai subkultur diawali dengan resistensi terhadap “ketertiban”. Diakhiri dengan pembentukan gaya yang menyimpang dan terkesan “nyeleneh” sebagai makna penolakan terhadap sistem sosial yang kaku.

Subkultur* dan Gaya
Punk disebagian besar benak khalayak masih terpatenkan dengan imej pengganggu ketertiban. Komunitas marginal perkotaan ini sepertinya tak luput dari celaan dan cemoohan. Dalam kehidupan sosial kaum punk diperlakukan sebagai sebuah ancaman karena dinilai menebar rasa tidak aman dan tidak nyaman.

Tampilan luar yang terlihat ekstrim dengan rambut jambul tegak, pierching di sekitar bibir, hidung, kuping dan pelipis mata. Kemudian mengenakan kaos ketat berlapis jaket kumal, sepatu lancip dan berbagai pernak-pernik lainnya, oleh kelompok mayoritas masih belum bisa dilazimkan. Namun sekilas ini hanyalah tampakan luar dari kaum punk itu sendiri.

Dilain pihak, mereka [kaum punk] mencoba memperingatkan dunia dengan hal-hal beda semacam itu. Mereka mencoba memperlihatkan kepada publik ihwal keberadaannya lewat kebedaan yang bersumber dari diri mereka sendiri. Status dan makna pemberontakan yang mereka bawa dan gaya sebagai bentuk penolakan mereka coba angkat ke permukaan.

Dick Hebdige, penulis, mengambil Jean Genet sebagai salah satu fokus kajian dalam buku ini. Dijelaskan bahwa proses pengeksistensian diri kaum punk diawali dengan “kejahatan” melawan tertib alami. Dengan mereka memelihara rambut berjambul dengan tipe setelan tertentu dan bergaya urak-urakan, mencari skuter atau album rekaman adalah salah satu bentuk sinyal penolakan yang menurut mereka layak dilakukan.

Gaya dalam hal ini sarat dengan arti “melawan segala sesuatu yang alami”, pakem yang mengikat yang menyanggah prinsip kesatuan dan keterpaduan. Jika ditelaah dengan makna lain, dapat dikatakan sebagai bentuk resistensi terhadap sistem yang kaku.

Genet menekankan praktik resistensi ini melalui gaya tersebut. Dan hal-hal seperti ini secara tidak langsung menunjukkan bentuk keterasingan kaum minoritas ini. Makna keterasingan ini dikuatkan lewat ungkapan Genet [hal.39]. Di luar itu bentuk pengasingan seperti ini kemudian memotivasi mereka untuk terus mengekspresikan diri melalui peyelewengan simbolik atas tertib sosial.

Kaum punk membawa gerakan ini dengan terus menarik perhatian masyarakat, memprovokasi dan bertindak untuk tidak hanya “diam”. Tidak ada subkultur yang lebih gigih daripada kaum punk untu memisahkan diri dari format-format yang telah diwajarkan. Dan tidak ada pula yang mengungkapkan ketidaksetujuan layaknya kaum punk. Oleh karenanya subkultur punk merupakan budaya perlawanan yang harus diberi tempat dalam tatanan sosial masyarakat yang mengikat.

Kultur & Hegemoni
Sejak akhir abad ke-18, kultur telah dipakai oleh para intelektual dan tokoh sastra untuk mengangkat secara kritis kisaran luas isu-isu kontroversif, seperti mutu kehidupan, dampak mekanisasi terhadap manusia, pembagian kelas kerja dan penciptaan massa.

Dalam kecenderungan masyarakat yang amat kompleks yang bekerja dengan sistem pembagian kerja yang dipilah [terspesialisasi] perlu dipertanyakan kelompok kerja dan kelas kerja mana yang menentukan pengaturan dan penggolongan ranah sosial.

Contoh lainnya adalah penyebarluasan gagasan dalam kehidupan sosial. Kelompok-kelompok tertentu yang mendominasi justru lebih menentukan, sementara yang lainnya disudutkan hanya karena lebih kecil kekuasaannya untuk menyampaikan gagasan/argumentasi mereka kepada publik. Ini menggambarkan bagaimana pola penindasan terhadap kaum minoritas bergerak. Yang besar mencapai dominasi, sementara yang lain tetap marjinal.

Dick Hebdige sebagai seorang kritisi budaya, dalam bukunya ini berusaha memberikan gambaran mengenai subkultur punk melalui beberapa kajian kasus. Tidak hanya memberi pengaruh besar untuk membuka mata pembacanya, namun juga memberikan banyak inspirasi yang mengantarkan kita memahami lebih jauh asal-usul dan ideologi kelompok anti kemapanan ini.

Namun, sangat disayangkan buku yang berjudul asli “Subculture: The Meaning of Style” ini sangat sulit untuk dicerna [menurut saya]. Entah karena ini diterjemahkan secara kurang baik atau memang sayanya yang nggak ngerti [hehe]. Yang jelas buku ini layak baca untuk menambah khasanah pengetahuan kita tentang sub-budaya yang satu ini dan akarnya.
0

Dilema Kebebasan dan Fasisme Ideologi Punk

Karya video Bilal (2006) merupakan karya pertama dan penting dari Bagasworo Aryaningtyas. Karya ini juga seakan menjadi penegasan identitas Bagasworo sebagai punker sejati. Karya-karya lanjutannya seperti Memanjakan Tubuh (2007) dan Lingkaran X (2008) masih memainkan bentuk-bentuk eksterior dari sebuah identitas. Meski demikian,Bilal dapat dijadikan acuan untuk menganalisa kondisi dunia kekinian.
Melihat Bilal mengumandangkan azan dalam balutan pakaian dan gaya rambut punk bagi saya merujuk ke arah-arah yang saling bertentangan. Arah pertama dari karya video ini adalah kesengajaan untuk membalikkan pemahaman tradisional muslim tentang cara berpakaian seorang muazin. Sutradaranya seakan ingin menegaskan bahwa ciri-ciri berpakaian seseorang tidak lantas melekatkannya dengan ideologi atau kelompok tertentu. Anak punk yang menjadi muazin bisa jadi merupakan suatu kontradiksi, sebab dalam keyakinan Islam tradisional, Bilal adalah seorang yang berpakaian baik, dalam arti tidak serampangan, apalagi dengan rambut bergaya jengger ayam.
Dalam sejarah Islam, Bilal merupakan muazin pertama yang menciptakan lirik panggilan bagi kaum muslim untuk sembahyang. Bilal hadir menawarkan suara manusia sebagai panggilan sembahyang kaum muslim untuk membedakan panggilan-panggilan beribadah yang sudah dilakukan oleh pengikut agama lain seperti dengan lonceng untuk gereja kaum Kristen. Pada saat berdebat mengenai panggilan sembahyang, salah seorang pengikut mengusulkan suara tambur, namun usulan itu langsung ditentang oleh Hamzah, pengikut setia dan juga salah satu paman nabi Islam, karena suara tersebut begitu identik dengan darah dan perang. Suara manusia sebagai bentuk panggilan sembahyang kaum muslim, dalam konteks itu, menjadi sebuah panggilan bagi perdamaian. Sejak Bilal mengumandangkan azan, sejak itu pula azan ditetapkan sebagai panggilan khas bagi kaum muslim untuk melakukan ibadahnya. Lirik-lirik azan sendiri tidaklah sesuatu yang sudah dipersiapkan sebelumnya, melainkan hadir saat itu dan digunakan sampai sekarang. Jika Bilal diidentikkan dengan anak lelaki berpeci yang santun dan memiliki suara indah dalam pemahaman Islam tradisional, maka dalam karya video ini, Bilal menjadi seorang anak muda bergaya pakaian bebas dan cenderung menentang pemahaman-pemahaman konvensional.
Arah kedua adalah keselarasan kontekstual antara identitas punk dan identitas keagamaan kontemporer. Bilal versi punk Bagasworo bisa dikatakan sangat selaras dengan kondisi pemahaman keislaman di dunia sekarang ini. Di masa kelahirannya, ideologi punk merupakan sistem pemikiran distingtif yang berhubungan dengan subkultur punk di akhir 1970an. Awalnya punk merupakan sebuah gerakan kekecewaan, pemberontakan dan ketidakpuasan, kemudian berkembang menjadi gerakan sosial-politik. Kelompok musik seperti Black Flag, Dead Kennedys, Bad Religion, Anti-Flag, Conflict, The Blood dan Subhumans cukup banyak memberi kontribusi pada iklim ideologis ini. Ketidakpuasan terhadap sistem dan tawaran solusi pada masalah-masalah dunia sering disuarakan mereka melalui musik. Semangat ini masih aktif dan berkembang sampai sekarang.
Lewat kelompok-kelompok musik tadi, ideologi politik punk sering diasosiasikan dengan anarkisme. Seiring perkembangan, ideologi-ideologi lainnya seperti pembebasan, kiri-liberal, sosialis, komunis-anarkis dan bahkan neo-Nazi, begitu lekat dengan punk. Dan, di antara sekian banyak ideologi punk, yang paling berbeda adalah ideologi neo-Nazi, karena sangat identik dengan kekerasan dan fasisme. Ideologi neo-Nazi ini dipopulerkan oleh kelompok musik sepertiSkrewdriver, Ad Hominem, Aryan Terrorism, Bound for Glory, Brigada NS, Jew Slaughter, Final Solution, White Law dan Infernum. Mereka menjadi bagian dari kelompok anti komunis, yang dikenal sebagai kelompok Nazi Punks dan Rock Against Communism, kelompok-kelompok punk yang sangat nasionalistik dan anti komunis. Mereka punya slogan “Punk’s Not Red”, sebuah permainan dari slogan “Punk’s Not Dead”, yang memiliki hubungan kuat dengan Nazi Skinheads, kelompok fasis dan rasis yang merupakan simbol kebangkitan kembali Nazisme anti-semit. Pada 1980an, kelompok-kelompok punk nasionalistik ini sering kali menyuarakan protes atas otoritas Soviet yang anti-nasionalisme, patriotisme dan jingoisme.
Jika ideologi punk dalam karya video Bilal harus dikaitkan dengan kekerasan agama, maka kita bisa merujuknya ke situasi politik dunia kontemporer. Pasca peristiwa 11 September 2001, hampir seluruh dunia mengalami demam kekerasan berlabelkan agama. Fasisme keagamaan dianggap oleh sebagian orang sebagai konsekuensi dari perlakuan tidak adil dunia barat terhadap dunia ketiga, khususnya dunia Islam. Bagaimanapun, aksi ini jelas menjadi tonggak baru peningkatan kekerasan dalam agama. Meski demikian, radikalisme dan fundamentalisme keagamaan menjadi fenomena umum di seluruh dunia dan tidak hanya terjadi di dunia Timur, terutama Islam, melainkan juga terjadi di dunia Barat-Kristen.
Merujuk Karen Armstrong, banyak masyarakat barat yang dididik secara rasional, yang tidak dipersiapkan bagi ritual mistis dan mitis, ternyata ingin kembali kepada nilai-nilai transenden di masa lampau. Untuk kembali ke masa lampau adalah tidak mungkin, maka satu-satunya cara adalah menghidupkan nilai-nilai lama ke masa sekarang, yaitu dengan melakukan ritual dan tindakan-tindakan menolak berbagai hal yang bertentangan dengan keyakinan. Kekerasan menjadi pilihan utamanya. Armstrong lalu menunjukkan perkembangan gerakan radikalisme dan fundamentalisme di dunia Kristen-Barat. Setelah itu, ia kemudian memusatkan perhatian ke dunia agama-agama Timur seperti Islam dan Yahudi. Menurutnya, peningkatan radikalisasi dan bahkan fundamentalisasi tidak hanya terjadi di dunia Islam dengan ideologi jihad yang dimilikinya, melainkan juga di kalangan Yahudi. Dengan basis ideologi yang sama-sama mengusung kekerasan itu, Islam dan Yahudi selalu terlibat pertikaian sampai sekarang.
Kecenderungan kekerasan ini pada gilirannya juga tidak bisa dilepaskan dengan meningkatnya gejala kebangkitan agama mulai dari Kristen, Yahudi, Islam, Hindu, Shintoisme dan lain-lain. Peningkatan fundamentalisme, menurut Armstrong, merupakan konsekuensi dari sebuah keyakinan penuh gejolak untuk berjuang demi kelangsungan hidup di dunia yang tidak ramah. Dan wajar saja, jika peningkatan fundamentalisme dalam agama-agama dunia ini meningkatkan juga skala kekerasan. Aksi kekerasan meningkat disebabkan semakin banyaknya orang yang berniat terlalu keras untuk memahami agamanya, kata Mark Juergensmeyer. Ia bahkan menegaskan, semakin orang berniat keras untuk memahami agamanya maka semakin radikal pula tindakannya.
Bilal dan Kritik Atas Fasisme Agama
Lalu, bagaimana membayangkan Bilal dengan citraan kekerasan dari suatu agama tertentu? Bagi saya, Bilal menjadi tanggapan unik atas peningkatan kekerasan yang dilakukan oleh pengikut agama Islam. Bila anak punk dalam karya video Bilal dikaitkan dengan ideologi neo-Nazi, kita akan menemukan bahwa karya ini merupakan kritik terhadap fasisme dan kekerasan yang dilakukan atas nama agama. Karena yang disuarakannya azan, maka karya video ini mengusung label khas dari agama Islam, yang sejak peristiwa terorisme 11 September 2001 menjadi sorotan untuk berbagai tindak kekerasan mengatasnamakan agama di seluruh dunia.
Pada awalnya, punk merupakan gerakan pemberontakan terhadap sistem. Sebuah ideologi yang mengusung tema kebebasan di dalamnya. Namun, ketika punk dimasuki oleh kelompok-kelompok fasis, aura kebebasan yang diusungnya pun serta merta melesat ke udara. Bilal dalam citraan punk menjadi sebuah dilema antara ideologi kebebasan dan fasisme yang melekat pada gerakan-gerakannya. Punk dalam karya video Bilal menjadi sebuah kritik atas bentuk-bentuk kekerasan berlandaskan agama. Label-label kekerasan itu dikonstruksi sedemikian rupa dalam karya video ini, sehingga menghasilkan suatu kondensasi realitas dalam bentuk yang paling halus. Untuk menemukan citraan implisit yang dikandung karya video ini, kita tidak bisa melihat dengan sekilas pandang saja. Saat pertama menonton karya ini, kesan pertama adalah kesegaran dan gelak tawa karena kita berpikir bahwa hal seperti yang dilakukan dalam karya video Bilal merupakan sesuatu yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Ketika memperhatikan lebih lanjut, saya berpikir bahwa sang sutradara cukup cermat dalam mengamati situasi dan kondisi politik dunia kontemporer. Ya, fakta memang tidak harus diungkapkan dalam bahasa verbal, sehingga kita tidak terjebak pada sebuah ‘kebenaran telanjang’ (bare truth). Untuk hal ini, saya pikir Bagasworo, sadar atau tidak, berhasil melakukannya. Melalui Bilal, Bagasworo berhasil menerapkan kritik jenius terhadap situasi politik dunia kontemporer yang dipenuhi oleh berbagai aksi kekerasan mengatasnamakan agama.
0

Apa itu Feodalisme?


Feodalisme: adalah struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik yang dijalankan kalangan bangsawan/monarki untuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin lokal sebagai mitra. Dalam pengertian yang asli, struktur ini disematkan oleh sejarawan pada sistem politik di Eropa pada Abad Pertengahan, yang menempatkan kalangan kesatria dan kelas bangsawan lainnya (vassal) sebagai penguasa kawasan atau hak tertentu (disebut fief atau, dalam bahasa Latinfeodum) yang ditunjuk oleh monarki (biasanya raja atau lord).
Istilah feodalisme sendiri dipakai sejak abad ke-17 dan oleh pelakunya sendiri tidak pernah dipakai. Semenjak tahun 1960-an, para sejarawan memperluas penggunaan istilah ini dengan memasukkan pula aspek kehidupan sosial para pekerja lahan di lahan yang dikuasai oleh tuan tanah, sehingga muncul istilah "masyarakat feodal". Karena penggunaan istilah feodalisme semakin lama semakin berkonotasi negatif, oleh para pengkritiknya istilah ini sekarang dianggap tidak membantu memperjelas keadaan dan dianjurkan untuk tidak dipakai tanpa kualifikasi yang jelas.
Dalam penggunaan bahasa sehari-hari di Indonesia, seringkali kata ini digunakan untuk merujuk pada perilaku-perilaku negatif yang mirip dengan perilaku para penguasa yang lalim, seperti 'kolot', 'selalu ingin dihormati', atau 'bertahan pada nilai-nilai lama yang sudah banyak ditinggalkan'. Arti ini sudah banyak melenceng dari pengertian politiknya.

0

Apa sebenarnya UNITY & EQUALITY itu ?

UNITY
Menelaah dari pengertian Unity yaitu persatuan/kekuatan. Persatuan/kesatuan adalah suatu hal yang dimana antara sekian banyak unsur-unsur yang berlainan menjadi satu. Hal yang dipersatukan adalah visi dan misi kita dalam pergerakan Underground khususnya yang selama ini ini masih saja sering kita bentrok dan berlainan arah masing-masing scene Underground. Apabila kita membedah Pancasila sila ke ke 3 ('Persatuan Indonesia') dapat kita lihat bahwa didalam pancasila secara detail dijelaskan apa yang di cita-citakan oleh "The Founding Father" agar bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku dan etnis serta budaya ini dapat bersatu sebagai sebuah kesatuan yaitu Negara Republik Indonesia.

       Mengapa persatuan ini harus terus kita kumandangkan ? salah satu penyebabnya adalah kemajemukan / keanekaragaman bangsa Indonesia yang terdiri dari (kalo boleh kami kelompokan) penduduk pribumi dan non pribumi. Perbedaan itu dapat menyebabkan sebuah perpecahan, hanya tinggal bagaimana kita memaknainya arti dari sebuah perbedaan tersebut. Dalam artian menjadikan sebuah tantangan bagi kita semua bagaimana untuk menyatukan kedalam sebuah cita-cita hidup  dalam persatuan dan kebersamaan (Equality dan Fraternity). Begitupun pula dengan kita sebagai kaum Underground khususnya Grunge. Diantara kita sebagai Underground terdapat perbedaan yang sangat besar, contohnya dari kita atau disekitar kita pasti ada berbagai orang yang berbeda-beda macam sukunya dan juga agamanya dan dari situlah terdapat perbedaan sifat, perbedaan cara berbicara, menyapa dll. Yang mengakibatkan perpecahan, tolak menolak, perselisihan dan mungkin juga terjadi bentokan.
       Akan tetapi apabila kita sebagai kaum Underground (khususnya PUNK) sudah seharusnya kita menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan oleh suatu bentuk apapun baik itu rasa ingin menguasai atau semacamnya ( WE ARE UNITED, NOT DEVIED ) kali ini harus bersatu untuk dapat terwujudnya segala macam bentuk visi dan misi kita kedepan apabila "Unity" tersebut telah terjalin dengan baik tanpa ada hambatan, maka terciptalah yang namanya Equality (Persaudaraan). Tinggalkanlah semua konflik yang membuat kita menjadi pecah terbagi menjadi individu-individu yang berlainan, karena kebudayaan yang seperti itu tidak layak di dalam komunitas kita sebagai kamu Underground, apapun yang kita lakukan adalah tanggung jawab bersama untuk kepentingan scene kita sendiri.
        Dengan adanya pertalian yang erat dan melaksanakannya pertalian darah untuk bersatu dan menyatu padukan visi dan misi, maka terwujudlah rasa senasib sepenanggungan dan sedarah juga rasa persatuan dan kesatuan yang bertanggung jawab serta bekerjalah sebagai kesatuan ( TO WORK AS A UNITY ).
EQUALITY
Equality arti dangkalnya adalah persaudaraan dalam artian menghargai dan menghormati hak orang lain untuk bebas hidup dan berkarya. Jika dilihat dalam arti sempit itu kita sudah merasa bahwa kita telah mempunyai rasa persaudaraan terhadap teman-taman kita (BELUM TENTU !!!!). Banyak orang menganggap Equality tersebut secara luhur yaitu mereka mampu menempatkannya dengan tidak menyimpan kedok (secara tulus) dan mereka tersebut adalah yang benar-benar disebut saudara, tetapi ada juga yang mengaggap dengan penuh rasa ingin memanfaatkan contohnya : stupid mendekati seseorang hanya untuk kebutuhannya sendiri misalkan kebutuhan fisik maupun kebutuhan material ( hanya untuk menjadi personil band dan tempat meminjam uang dan meminjam gitar dan hal lain yang masih ada hubungannya dengan itu. Yang namanya seorang sahabat adalah teman yang berada dalam kesusahan dan kesenangan, tetapi mempunya batas tertentu. Dengan terwujudnya rasa equality tersebut bukan tidak mungkin arah perjuangan menuju masyarakat tanpa klas akan dapat terlaksana.
0

Anarki Di Indonesia


Sejauh yang saya tahu dari cerita teman-teman saya dan dari apa yang telah saya pelajari, asal anarkisme di Indonesia datang bersama dengan kedatangan musik punk sekitar tahun 1998. Pada waktu itu anarki identik dengan punk dan beberapa orang di masyarakat yang mulai mempelajari lebih dalam ideologi anarkis dan nilai-nilai. Karena itu wacana anarkis waktu mulai mengembangkan antara individu atau kolektif di punk / hardcore masyarakat, dan kemudian lebih luas kelompok-kelompok seperti aktivis, mahasiswa, pekerja; dasarnya mencapai masyarakat yang lebih luas dengan latar belakang yang berbeda.

Anarki Di Indonesia

Wawancara ini diterbitkan dalam bahasa Jerman dalam buku Von bis Jakarta Jakarta - weltweit Anarchismus, Sebastian Kalicha & Gabriel Kuhn (eds.) Unrast Verlag 2010
Bisakah Anda memberitahu kami tentang sejarah anarkisme di Indonesia?
MT: Sejauh yang saya tahu dari cerita teman-teman saya dan dari apa yang telah saya pelajari, asal anarkisme di Indonesia datang bersama dengan kedatangan musik punk sekitar tahun 1998. Pada waktu itu anarki identik dengan punk dan beberapa orang di masyarakat yang mulai mempelajari lebih dalam ideologi anarkis dan nilai-nilai. Karena itu wacana anarkis waktu mulai mengembangkan antara individu atau kolektif di punk / hardcore masyarakat, dan kemudian lebih luas kelompok-kelompok seperti aktivis, mahasiswa, pekerja; dasarnya mencapai masyarakat yang lebih luas dengan latar belakang yang berbeda.
Seiring dengan penyebaran wacana anarkis, banyak diskusi tentang topik ini mulai terjadi, dan anarki mulai diperdebatkan, dianalisis dan dikritik lebih mendalam (dan proses ini berlanjut sampai hari ini, sekarang dengan arena yang lebih luas dari analisis yang berbeda).Langkah selanjutnya adalah membawanya ke praksis, misalnya membentuk kolektif dengan prinsipal anarkis dan nilai-nilai (desentralisasi, non-hirarkis & konsensus). Meskipun banyak masalah yang dihadapi kolektif ini, model kolektif seperti ini bisa dilihat sebagai sesuatu yang berbeda, berlawanan dengan model kelompok yang selalu berusaha untuk mendominasi (baik dalam bidang politik dan non politik) melalui hirarkis sentralistis mereka,, dan otoriter bentuk atau struktur.
Tindakan seperti Food Bombs Tidak dapat dianggap sebagai salah satu bentuk awal tindakan langsung muncul dari praksis anarkis di sini, bersama dengan zine memproduksi dan publikasi lain seperti newsletter, pamflet, dll Pada awalnya tema dan isu-isu zine kebanyakan tentang lingkungan punk / hardcore, namun seiring berjalannya waktu dan proses yang dikembangkan, tema lebih bervariasi dan isu-isu yang disajikan seperti feminisme, nilai anarki, anti-kapitalisme, perlawanan global & sosial, varients anarkisme, lingkungan dan gerakan binatang, politik berita, dan lain-lain. Kemajuan anarki juga dibantu oleh semakin tingginya tingkat akses Internet; media internet digunakan oleh teman-teman kita untuk menyebarkan informasi tentang wacana anarkis.
PM: Saya rasa saya harus memberitahu Anda pertama kali, bahwa Indonesia tidak familiar dengan bahasa inggris jadi bahkan dalam waktu internet juga mulai menyebar, hanya sedikit generasi pertama seluruh anarko-punk yang mengerti apa yang secara teori anarkisme . Tapi dorongan untuk melakukan sesuatu, berbentuk juga oleh turbulensi situasi ekonomi, politik dan sosial di sekitar waktu itu, dan haus kita untuk mengerti tentang siapa kita, dipimpin hampir setengah dari generasi pertama menuju PRD (Partai Rakyat Demokratik, atau Demokrasi Rakyat Partai), sebuah partai politik Leninis. Kami tidak punya banyak pilihan karena kami tidak memiliki banyak referensi dalam bahasa kita sendiri. Ada beberapa pamflet anarkis oleh Bakunin, Emma Goldman, Rudolf Rocker, diterjemahkan oleh teman-teman beberapa anarkis dan didistribusikan secara luas. Tapi itu tidak banyak membantu karena apa yang pemikir klasik menulis hampir tidak terhubung ke pemahaman kita tentang tempat dan waktu kita sendiri. Seperti, bagaimana mungkin kita benar-benar mengerti tentang kejahatan pemerintah sejak saat itu sejarah waktu Indonesia hanya memiliki pengalaman hidup di bawah dua presiden?Kami sebuah negara post-kolonial, dan memiliki banyak hal yang harus dilakukan dengan percaya bahwa negara adalah suatu kejahatan alami.
Sekitar tahun 2001, satu per satu terbakar dan meninggalkan pesta, tapi banyak dari kita masih memegang pemahaman bahwa satu-satunya hal yang tampaknya mungkin untuk melakukan, hanya dengan cara yang Lenin mengatakan: sebuah revolusi di bawah satu banner, pemerintahan transisi, dan seperti bau seperti itu. Kami juga diperlakukan sebagai anomali oleh banyak orang, karena kita sebagai anarkis mulai percaya bahwa negara juga musuh sistematis kami. Ketika orang lain tuntutan untuk memiliki kekuatan lebih untuk Indonesia sebagai negara untuk memiliki suara dalam lingkaran internasional, kami menyatakan bahwa negara dan seluruh pejabat juga musuh kita. Dan saat ini, datang generasi kedua dari diri-mengidentifikasi anarkis sebagai akibat kegiatan generasi pertama dan kebingungan. Ini generasi kedua quitely memiliki pemahaman yang lebih dalam lebih lanjut tentang anarkisme dan dapat menunjukkan perbedaan dengan Leninisme, atau saya bisa mengatakan, generasi ini belajar dari kesalahan generasi pertama.
Apakah situasi hari ini? Apa kelompok utama dan arus dalam anarkisme Indonesia?
JC: Sejauh yang saya tahu tidak ada pengelompokan dominan di Indonesia. Ada hanya beberapa kolektif dan individu dari berbagai latar belakang dan mengejar berbagai strain yang berbeda dari anarkisme. Tak jarang, perbedaan metode ini menimbulkan perdebatan, walaupun perdebatan ini tidak menyebabkan permusuhan antara kolektif atau individu yang terlibat. Bahkan ada berbagai kesempatan saat kolektif dan individu dari berbagai latar belakang dan varian anarkisme menjadi terlibat dalam proyek yang sama. Mayday 2007 dan 2008 adalah contoh ini. Beberapa kolektif dan individu-individu dari berbagai kota menjadi terlibat dalam perencanaan acara Mayday 2007. Kolektif yang terlibat adalah: Affinitas (kolektif dari Yogyakarta), Jaringan Otonomis (kolektif dari Jakarta), Apokalips (kolektif dari Bandung) dan Jaringan Autonomus Kota (kolektif dari Salatiga). Selain dari kolektif, individu-individu dari berbagai kota seperti Bali dan Semarang juga berpartisipasi, serta orang-orang dari kolektif punk di Jakarta. Kolektif dan individu yang terlibat memilih untuk nama diri Jaringan Anti-Otoritarian (anti-authoritan jaringan). Pada Mayday 2007, jumlah peserta pada tindakan datang ke sekitar 100 orang, semua berpakaian hitam. Pada saat itu, pesan yang Jaringan Anti-Otoritarian adalah bertujuan untuk membawa adalah redefinisi Mayday, karena pada saat itu Mayday adalah kesempatan didominasi oleh kelompok kiri dan individu. Jaringan Anti-Otoritarian Teman-tindakan hari itu bisa disebut sukses. Gerakan anarkis, yang pada waktu itu dianggap non-existant, mulai mendapat perhatian.
Setelah Mayday 2007, gerakan anarkis mulai menyala. Beberapa kelompok baru muncul di berbagai kota. Anarkis juga menjadi lebih terlibat dalam protes, protes menentang pembangunan stasiun tenaga nuklir, misalnya.
Sebagai Mayday 2008 mendekat, koordinasi antara kolektif dan individu di berbagai mengutip diaktifkan kembali. Koordinasi ini diikuti dua saluran: melalui internet dan melalui pertemuan tatap muka. Kali ini, peningkatan jumlah peserta yang terlibat. Sayangnya sekitar bahwa waktu Apokalips (kolektif dari Bandung) dan Sindikat Melawan (kolektif dari Salatiga) mundur dari terlibat dalam tindakan karena berbagai alasan. Koordinasi tampak berantakan, tapi Affinitas (kolektif dari Yogyakarta) dan kolektif Jakarta serta beberapa individu dari berbagai kota masih berhasil menarik melalui dengan tindakan. Seperti tahun sebelumnya, aksi Mayday 2008 berlangsung di Jakarta.Sampai dengan 200 orang berpartisipasi, termasuk punkers. Masalah ini difokuskan pada adalah pelanggaran perusahaan, dan target aksi itu adalah Gedung Bakrie. Gedung ini adalah kantor dari berbagai perusahaan yang dimiliki oleh mogul bisnis dan politisi Aburizal Bakrie. Beberapa peserta merusak gedung Bakrie, dan tidak lama setelah itu, polisi tiba dan mulai represi mereka. Beberapa peserta ditangkap dengan paksa (walaupun beberapa dari mereka yang ditangkap telah berhasil dibebaskan oleh para peserta lainnya). Setelah menahan yang mereka bisa, para peserta melanjutkan perjalanan, tapi sayangnya polisi kembali dalam jumlah yang lebih besar. Semua peserta pada tindakan kemudian ditangkap.
Pasca-mayday 2008, eskalasi gerakan anarkis mulai menurun. Beberapa kolektif juga runtuh. Tapi itu tidak berarti anarkisme telah mati.Baru kolektif dan individu, serta mereka yang sudah lama terlibat dalam gerakan anarkis Indonesia, mulai jaringan dan mengambil tindakan dengan orang-orang di berbagai tempat yang telah menderita di tangan korporasi. Sampai hari ini, lebih dari beberapa anarkis yang terlibat dalam perjuangan rakyat melawan korporasi dan negara. Beberapa anarkis bahkan mulai dengan tindakan militan lebih, seperti menyerang pos polisi atau pusat perbelanjaan merusak.
MT: Saya akan merespon lebih lanjut tentang situasi saat ini, karena jawaban JC's memberikan gambaran lebih lanjut tentang dinamika kelompok.
Kita dapat mengatakan bahwa keadaan saat ini anarkisme masih merupakan proses yang berkelanjutan. Dan aku melihatnya, maka dapat dibagi menjadi 2 wilayah, pertama; bahwa wacana & teori dan kedua; praksis.
Di bidang wacana & teori, saat ini topik untuk diskusi dan analisa menjadi lebih luas mulai dari kapitalisme, pekerjaan, budaya keamanan, peradaban, filsafat, media, konsumerisme, agama, jenis kelamin, perusahaan, bentuk asosiasi bebas, relevansi anarki dalam konteks kehidupan sehari-hari dan Indonesia, dan sebagainya. Diskusi ini dilakukan baik secara langsung (kelas, pemutaran film, diskusi rutin, diskusi kelompok, terbuka / diskusi publik), atau tidak langsung (mailing list,, email buku, jurnal, pamflet, zine, newsletter, website, blog). Namun saya merasa bahwa pada saat ini, diskusi tentang perusahaan, kapitalisme, ketahanan sosial, dan tindakan langsung menjadi topik hangat di kalangan anarkis. Sebagai seorang wanita saya melihat bahwa isu-isu seputar perempuan, tubuh, seksualitas, orientasi seksual, dan hubungan pribadi tidak sedang dibahas cukup. Itulah sebabnya saya mencoba mengangkat masalah ini dalam berbagai cara dan melalui media yang berbeda (tindakan langsung, kritik, menulis, karya seni), dan sekarang aku mempersiapkan sebuah novel tentang alat kelamin memberontak. Semoga dengan fiksi pesan saya dapat lebih mudah diterima dan dipahami.
Saya juga melihat baru-baru ini bahwa jenis yang sama tulisan perempuan sedang meningkat dan mulai dikenal sebagai 'sasatra lendir'.Mereka prihatin dengan kebebasan seksual ('seksualitas perempuan, lesbian dan gay), namun tanpa menyoroti hubungan dan nilai-nilai yang ada di balik itu, seperti kekuasaan, dominasi, kontrol dan sebagainya.
Ketika datang ke tingkat praktis, teman-teman saat ini semakin banyak mengambil tindakan langsung berdasarkan nilai-nilai anarkis, seperti bom makanan tidak, saham keterampilan, kampanye jalanan dan demonstrasi (tentang pelanggaran perusahaan, kekerasan polisi, konsumerisme, kapitalisme, dll) , bangunan kolektif dengan fokus yang berbeda (seperti sekolah gratis, membaca spasi, infoshops), festival DIY, mengikuti pendekatan anarkis untuk mengorganisir bersama-sama dengan orang yang terkena pelecehan perusahaan, dan juga sabotase. Dapat dikatakan bahwa keberadaan anarkis dan wacana dan aktivisme semakin sering 'melihat' oleh kelompok yang lebih luas, dan tentu saja yang menghasilkan banyak dinamika dan perdebatan, terutama di kalangan kiri otoritarian (kelompok aktivis Marxis-Leninis-Maois-Chavist ) yang mendominasi gerakan perlawanan. Ada banyak kesalahan dan kesalahpahaman tentang anarkis, filsafat teori dan tindakan di antara adegan ini 'kiri'. Saya bisa memahami hal ini, karena kelompok-kelompok kiri selalu melihat ideologi hanya sebagai 'alat perjuangan politik mereka, sementara ideologi anarkis memahami bahwa adalah sesuatu yang sangat filosofis dan pribadi (sesuatu terinternalisasi dalam diri kita sendiri), yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks, apakah pribadi, dalam hubungan atau kehidupan sehari-hari, atau dalam sosial dan politik perjuangan. Pada saat yang sama saya merasa ada keinginan yang lebih luas untuk mengetahui tentang wacana anarkis yang berasal dari individu-individu lain dan kelompok. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan pertanyaan, dan teman-teman menjadi tertarik dengan gagasan anarki.
Keterlibatan perempuan dalam aktivisme anarkis masih cukup minim, ini telah menyusahkan bagi saya selama lebih-atau-kurang 10 tahun sejak saya mulai 'perjuangan'. Saya merasa bahwa saya telah membuat upaya sangat sering untuk mendukung dan mendorong teman-teman wanita, namun selalu berhenti di tengah jalan, dan mayoritas memilih untuk kembali ke 'penjara' mereka. Mereka memilih untuk menikah dan membangun keluarga, atau memilih untuk bekerja, atau memilih untuk bekerja di LSM wanita. Saya merasa bahwa dalam masyarakat yang saya menghuni, patriarkal dan seksis nilai-nilai dan praktik masih memiliki dampak yang sangat kuat, dan timbul dalam hampir setiap konteks (keluarga, hubungan kekasih, persahabatan, komunitas, organisasi, sekolah, pekerjaan, masyarakat, agama, dll ),. mungkin itu adalah salah satu alasan situasi yang seperti itu. Di Indonesia ada sejarah yang sangat sedikit gerakan perempuan radikal. Ada suatu gerakan pada masa PKI (Partai Komunis Indonesia = Partai Komunis Indonesia), yang termasuk sebuah organisasi perempuan yang dikenal sebagai (gerakan Gerakan Wanita Indonesia = Perempuan Indonesia) Gerwani. Gerakan ini hancur selama muzzling PKI oleh negara pada 1965-1966. Segala sesuatu yang berhubungan dengan PKI atau komunisme telah meninggalkan trauma yang mendalam pada masyarakat Indonesia, dan hal ini juga menjadi alat propaganda dan ancaman yang digunakan oleh otoritas untuk memadamkan segala bentuk perjuangan populer. "Anda tidak ingin apa yang terjadi pada tahun 1965 untuk kembali lagi, kan?" Setelah kali ini ada hampir tidak ada gerakan perempuan atau wanita individu radikal, saat ini apa yang disebut 'gerakan perempuan' adalah untuk sebagian besar terkonsentrasi di LSM perempuan atau organisasi kiri yang berulang kali kompromi dan pro-konsep negara.
Kesalahpahaman: Saya juga melihat di antara teman-teman yang percaya pada anarki dan hidup dalam kehidupan mereka yang seringkali ada perdebatan dan perbedaan pendapat, mereka masih tidak dapat mengorganisir diri dan kelompok mereka dengan baik, masih ada kesalahpahaman tentang nilai-nilai dan prinsip-prinsip anarkis dalam sehari-hari hubungan (untuk hirarki misalnya, dominasi dan seksisme masih ada). Tapi aku juga bisa memahami hal ini, itu adalah bagian dari proses kita belajar.
Kurangnya akses terhadap informasi dan literatur, selain itu, saya melihat bahwa referensi anarkis dan sastra masih minim dan sulit untuk akses. Sebagian besar informasi yang tersedia dalam bahasa Inggris (atau bahasa lainnya) atau dari situs web, namun tidak akses internet, akses ke buku-buku maupun bahasa Inggris masih belum tersebar luas dalam masyarakat kita. Institut-A Infohouse dan Community Center dimulai lebih atau kurang karena alasan itu, ada kebutuhan ruang untuk mengakses literatur anarkis.
Apakah ada gerakan sejarah di Indonesia yang anarkis inspirasi hari ini menarik dari - bahkan jika gerakan ini tidak mengidentifikasikan diri sebagai "anarkis"?
JC: Ada beberapa gerakan yang, meskipun mereka tidak pernah mengidentifikasi diri mereka sebagai anarkis, yang tetap sangat inspiratif. Seperti di Blora dan Pati, anarkis terinspirasi oleh gerakan Sedulur Sikep (dikenal sebagai orang Samin), sebuah gerakan pembangkang sosial yang telah ada sejak masa kolonial Belanda. Namun ini hanya pernah aktif pada skala lokal. Ada juga banyak anarkis yang merasa gerakan sosial dan politik di Indonesia tidak inspiratif. Karena berbagai alasan, beberapa anarkis melakukan usaha serius untuk menggali ke dalam sejarah perjuangan di Indonesia, perjuangan bahwa meskipun tidak secara jelas mengidentifikasi diri sebagai anarkis, masih memiliki fitur anarkis.
MT: Saya akan mencoba memberikan jawaban yang lebih lengkap tentang gerakan Sedular Sikep (Samin) dan filsafat.
Ajaran Sedulur Sikep yang disebarkan oleh Samin Surosentiko (1859-1914), dan merupakan konsep penolakan terhadap budaya kolonial Belanda dan kapitalisme seperti yang muncul selama era kolonial di Indonesia, pada abad ke-19. Gerakan ini tumbuh pertama di seluruh Klopoduwur, Blora, Jawa Tengah. Pada 1890 gerakan Sedular Sikep dikembangkan di dua desa hutan di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan dengan cepat menyebar ke desa-desa lain. Hal ini berkisar dari pantai utara Jawa ke hutan dari Utara dan Selatan pegunungan Kendeng jangkauan. Semua di sekitar daerah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah menurut peta hari ini, perjuangan muncul untuk menolak otoritas Belanda karena mereka merampas tanah untuk digunakan sebagai perkebunan jati.
Ajaran Sedulur Sikep muncul sebagai akibat dari, atau reaksi, pemerintah kolonial Belanda dan bertindak sewenang-wenang nya.Perjuangan tidak mengambil bentuk konfrontasi fisik tetapi malah meletakkan sebuah tantangan bagi semua peraturan dan kewajiban rakyat kepada pemerintah, misalnya dengan tidak membayar pajak. Dipengaruhi oleh sikap mereka yang menantang segalanya, mereka membangun urutannya sosial mereka, hukum adat dan tradisi independen.
Salah satu prinsip Sedulur Sikep adalah "Kulo ndiko sami, kowe podho Aku" (saya dan Anda adalah sama, sehingga semua orang mungkin sama). Ini adalah prinsip kesetaraan tanpa membuat perbedaan berdasarkan warna kulit, etnis atau agama / keyakinan. Tidak ada peringkat manusia lebih tinggi dari yang lain, atau memiliki lebih banyak hak atau kewajiban. Samin merasa bahwa dalam segala hal, orang harus menyelesaikan masalah itu sendiri atau dengan sukarela kerjasama.
Sedulur Sikep adalah filsafat praktis, tidak bertujuan untuk menciptakan sesuatu yang tidak mungkin. Tujuan Sedular Sikep adalah membawa tentang kebebasan efektif untuk seluruh umat manusia. minoritas tidak memiliki hak lebih dari mayoritas, dan sebaliknya. Hal ini diasumsikan bahwa masing-masing dan setiap orang harus memiliki hak yang sama untuk memperoleh kekayaan bumi tanpa uang atau pembayaran; apa seseorang menghasilkan menjadi milik mereka, dan tidak ada satu orang, atau orang yang bertindak bersama-sama, memiliki hak untuk mengambil apa pun seperti kepemilikan tanpa persetujuan orang itu, bahwa setiap orang dapat bertukar hal-hal yang mereka produksi jika mereka ingin, tidak ada batas untuk apa yang orang bisa menulis, makan atau minum, selama tidak mengganggu hak orang lain.
Sedulur Sikep menolak sewa tanah, memungkinkan siapapun yang hidup di darat untuk memanfaatkannya, menolak paten dan hak cipta yang merupakan bentuk monopoli, menolak pengenaan pajak atas orang karena pajak yang harus sukarela, tidak mengirim anak-anak mereka untuk pendidikan formal, alam diperlakukan dan lingkungan bijaksana karena dianggap sebagai seorang ibu yang harus dihormati.
Poin kunci dari ajaran Sedulur Sikep adalah sebagai berikut:-agama dapat menjadi senjata atau pokok bagi kehidupan. Harus dipahami bahwa Sedulur Sikep tidak membedakan antara agama, dan karena itu pengikut Sedulur Sikep tidak pernah Disavowed atau membenci agama. Yang paling penting adalah bagaimana orang berperilaku dalam kehidupan mereka. Pernikahan dilakukan langsung, tanpa melibatkan lembaga-lembaga pemerintah atau agama karena agama mereka tidak diakui oleh negara. -Don 't mengganggu orang lain, jangan bertengkar, jangan iri dan jangan mencoba untuk mengambil orang lain' harta. -Pilih untuk bertindak dengan bijaksana, dan jangan sombong. -Seorang manusia yang hidup harus mengembangkan pemahaman tentang kehidupan mereka sendiri, karena hidup kita adalah sama dengan jiwa kami dan kami hanya memiliki satu untuk selama-lamanya. Menurut Sedulur Sikep, ketika seseorang meninggal jiwa mereka tidak mati, hanya membutuhkan pakaian it''s. -Ketika berbicara kita harus menjaga apa yang keluar dari mulut kita, itu harus menghormati jujur ​​dan menunjukkan bagi orang lain. Untuk perdagangan Sedulur Sikep dilarang karena perdagangan mengandung unsur 'ketidakjujuran'. Juga kontribusi tidak dapat diterima dalam bentuk uang.
PM: Sayangnya, rezim di bawah Soeharto sukses dalam kliring dari berbagai bahan sejarah bahwa mereka menemukan tidak sesuai dengan posisi mereka. Seorang sejarawan Australia, Anton Lucas, menulis buku tentang pergolakan sosial yang menarik di Indonesia saat deklarasi kemerdekaan Indonesia, yang saya temukan tidak secara khusus anarkis, tapi secara mandiri bangkit melawan atas kelas-melawan kekuatan kolonial juga terhadap Republik Indonesia. Saya pikir gerakan masyarakat adat Papua juga menarik. Saya bertemu dengan salah seorang pemimpin mereka sekitar 2000, dan beberapa tahun kemudian saya menyadari bahwa visinya, kritik tentang bahasa Indonesia, membuat saya ingat tentang konflik antara egaliter (tapi primitif) masyarakat terhadap masyarakat modern hirarkis. Saya rasa hal pertama yang harus dilakukan untuk menemukan sejarah kita sendiri, adalah bekerja keras yang harus dilakukan.
Indonesia adalah negara yang sangat besar dengan tradisi budaya dan agama. Di bagian mana dari Indonesia dan di mana masyarakat negara kita lakukan Anda menemukan anarkis?
JC: Saya tinggal di pulau Jawa, dan semua kegiatan saya kali ini sebagian besar telah dengan anarkis yang juga di Jawa (dan saya bahkan tidak tahu semua itu), dan sedikit dengan anarkis dari pulau-pulau lain (dan ini hanya dalam konteks komunikasi, kita belum mencapai tahap mengerjakan proyek bersama-sama).
MT: Anda harus memahami bahwa di Indonesia, pulau Jawa adalah 'jantung' dari pemerintah, informasi, pendidikan, dll yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam akses ke ini di bagian lain negara. Negara sengaja menciptakan kondisi ini sehingga orang luar Jawa yang disimpan 'bodoh' sebagai wilayah mereka menjadi obyek eksploitasi besar-besaran oleh negara dan korporasi.
Saya tinggal di Jakarta (di sebelah barat Jawa) dan saya tahu anarkis (individu atau kolektif) di pulau-pulau dari:-Jawa (Jakarta, Bandung, Jogya, Semarang, Pati, Blora, Surabaya, Rembang, Randublatung, Salatiga, Porong )-Sumatera (Palembang, Pekanbaru, Medan, Aceh)-Kalimantan (Balikpapan)-Sulawesi (Makassar, Manado, Gorontalo)-Bali Namun beberapa orang atau kolektif di daftar ini saya belum bertemu dengan secara pribadi.
PM: Saya percaya bahwa anarki adalah sebuah karakter dasar manusia. Jadi dalam yang percaya, saya pikir ada sekelompok komunitas yang kita dapat menemukan beberapa nilai-nilai anarkis, bahkan jika komunitas ini tidak menyebut diri mereka sebagai anarkis. Beberapa bahkan memeluk agama-agama tradisi yang biasanya berbeda dengan mainstream, hukum.
Apakah agama memainkan peran apa pun dalam gerakan anarkis sama sekali? Apakah orang ditarik kesejajaran antara tradisi anarkisme dan Muslim, misalnya? Atau apakah semua anarkis anti-agama?
JC: Saya seorang anarkis yang agnostik. Banyak teman-teman anarkis saya terus hampir pandangan yang sama seperti yang saya lakukan. Tetapi ada juga beberapa anarkis yang terinspirasi oleh gerakan sufi, misalnya. Bagi saya, agama adalah lembaga koersif dan hirarkis, yang alasan itu diperlukan tidak hanya untuk menolaknya, tetapi juga menghancurkannya. Agama tidak sama dengan spiritualitas. Meskipun anti-agama, saya bukan salah satu dari orang-orang modern yang memuliakan akal dan spiritualitas meniadakan.
MT: Saya membuat pilihan untuk tidak mengikuti agama sebelum aku tahu tentang anarkisme, karena pengalaman pribadi saya dalam keluarga dan dalam masyarakat yang lebih luas. Saya merasa kritis terhadap dominasi kontrol yang kuat atau lembaga-lembaga keagamaan ada di Indonesia sejak sidang pertama pandangan dan sikap tentang agama dari beberapa teman tentang agama. Namun di kalangan anarkis, banyak teman masih 'punya agama', atau belum cukup berani untuk memiliki pikiran terbuka tentang penolakan agama. Biasanya mereka mencari keseimbangan dimana mereka masih dapat menunjukkan rasa hormat terhadap keluarga mereka atau lingkungan agama.
Dalam konteks Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, nilai-nilai yang ketat ditanamkan ke kita, diterapkan pada kami, diturunkan kepada kita dan mengendalikan kita, dimulai dari tingkat keluarga, masyarakat dan negara. Namun banyak dari kita telah membahas poin-poin ini dan melihat agama sebagai sumber dominasi dan kontrol yang harus dihancurkan.Beberapa anarkis melihat jauh lebih dalam masalah ini dan membuat kritik Islam dari perspektif anarkis.
PM: Jika kita berbicara tentang gerakan anarkis, saya dapat memberitahu Anda bahwa agama tidak memainkan peran apa pun di dalamnya. Tapi salah satu teman saya adalah muslim yang juga seorang anarkis. Dan ya, dia bisa jejak apapun paralel antara anarkisme dan tradisi muslim. Dia bahkan bekerja sebagai editor di sebuah penerbit buku yang lebih terfokus pada penerbitan buku-buku muslim.
Apakah ada hubungan yang kuat antara semua anarkis di Indonesia?
PM: Saya tidak tahu apakah aku bisa menyebutnya "hubungan yang kuat", tapi ya, hampir semua anarkis (orang yang mengidentifikasi diri sebagai anarkis) di Indonesia mengenal satu sama lain.
MT: Saya bisa mengatakan ya, mungkin karena kita merasa bahwa kita adalah minoritas, maka hubungan antara kita cukup kuat, ada perasaan bahwa kita masing-masing mendukung orang lain dan ada keinginan untuk mengetahui kegiatan teman-teman lainnya. Namun karena situasi geografis dan keuangan dari orang di Indonesia, sangat sulit untuk bertemu muka-muka komunikasi. Biasanya kita berkomunikasi melalui internet atau telepon.
Apa posisi anarkis pada perjuangan kemerdekaan yang telah memimpin di Indonesia selama dekade terakhir: di Timor Timur, Papua Barat, Aceh, dan daerah lainnya?
PM: Saya tidak bisa berbicara untuk anarkis di Indonesia, tapi secara pribadi saya pikir dalam tingkat tertentu saya bisa mendukung perjuangan ini. Saya juga terlibat dalam perjuangan untuk Timor Leste gratis (mereka lebih suka Timor Leste, bukan Timor Timur) sebelum mereka menjadi negara merdeka dan memiliki pemerintahan yang korup.
MT: Perlu dipahami bahwa setiap bagian dari Indonesia memiliki masalah sendiri, itulah sebabnya anarkis selalu akan mengambil tindakan dan melawan dengan cara yang sesuai dengan masalah yang mereka hadapi di tempat mereka sendiri pertama-tama. Kita menghindari metode yang melibatkan perwakilan (dalam kontras dengan mayoritas kelompok kiri), dan inilah sebabnya kami selalu membangun gerakan dan tindakan kita di tempat kita berada. Juga karena tidak ada teman anarkis yang hidup di tempat-tempat (sebenarnya ada satu teman di Aceh, namun ia belum mampu melakukan begitu banyak karena dia juga baru saja tiba di sana).
Tapi kita tetap menyadari apa yang terjadi di tempat-tempat tersebut, dan kami mendukung segala bentuk perjuangan untuk melawan otoritas negara dan semua otonom perjuangan. Namun ada kontradiksi ketika kita melihat perjuangan rakyat di tempat-tempat untuk membebaskan diri dari Indonesia dan membentuk bangsa baru (sistem pemerintah, yang sama dan kekuasaan memiliki wajah baru), seperti dapat dilihat dalam kasus Timor Timur misalnya.
Sementara itu kita juga membahas isu-isu ini dari sudut pandang yang berbeda, terutama dalam konteks kekuasaan negara, militerisme, dan eksploitasi lingkungan.
Negara Indonesia memiliki warisan mengerikan sejauh penganiayaan terhadap pembangkang politik pergi. Bagaimana anarkis telah dipengaruhi oleh sejarah? Apakah situasi hari ini?
JC: The Indonesia saat ini adalah Indonesia yang tidak begitu benar-benar berbeda dari Indonesia masa Orde Baru. Yang saya maksud dengan itu adalah, mereka yang menolak untuk menyerahkan kekuasaan yang hari ini masih dianiaya. Saat ini, para pemimpin Indonesia telah belajar dari kesalahan pendahulu mereka, dan lebih terorganisasi dalam represi mereka. Jika dalam waktu ketidakpuasan Orde Baru itu dimusnahkan dengan dengan cara yang kasar, tidak seperti itu lagi. Mereka saat ini berkuasa di Indonesia mempromosikan citra yang salah bahwa mereka tidak memerintah melalui kekerasan, dan mendorong ilusi perdamaian dan keamanan untuk gelar fantastis. Hal ini membuat banyak orang yang lebih pro-pemerintah - dan bahkan jika mereka tidak, mereka hanya tidak setuju dengan para pemimpinnya. Hirarki dan kekuasaan itu sendiri dianggap sah oleh sebagian orang.
MT: Beberapa dari kita sudah harus menghadapi tindakan represif dari negara seperti teror, intimidasi, penyerangan dan penangkapan.Untuk melanjutkan dari jawaban JC, kami tetap waspada terhadap situasi ini dan mencoba untuk tidak dipengaruhi oleh citra yang diproyeksikan oleh negara. Kami juga mencoba untuk lebih memperhatikan masalah keamanan dan keselamatan dengan mulai membangun 'budaya keamanan' sebagai sesuatu yang harus dilihat sebagai suatu pertimbangan penting dalam semua kegiatan kami, dan kami sedang mengembangkan metode dan strategi untuk menghadapi situasi ini. Tetapi penting untuk menunjukkan bahwa masih hanya beberapa orang yang peduli tentang masalah ini.
PM: Saat ini, pemerintah sebenarnya masih sama seperti sebelumnya, tetapi mereka memainkannya dengan lancar. Mereka tidak secara terbuka menyatakan pernyataan mereka keras lagi. Tapi itu tidak berarti bahwa mereka tidak menggunakan kekerasan untuk memecahkan apa yang mereka lihat sebagai masalah. Beberapa bulan lalu, sebuah desa di Riau (pulau Sumatera) dibom dan dibakar sangat oleh helikopter militer karena para petani di desa itu tidak mau memberikan tanah mereka kepada sebuah perusahaan kelapa sawit nasional. Di Sulawesi, beberapa petani ditembak dalam kasus serupa. Juga di beberapa desa di Jawa. Tapi media yang dikendalikan negara tidak menutupi semuanya. Aku dan beberapa teman saya biasanya mempublikasikan berita buruk independen.
Bagaimana dengan hubungan internasional? Apakah Anda memiliki hubungan yang kuat dengan anarkis lain di Asia Tenggara, dan lebih jauh?
PM: Secara formal tidak ada. Tapi untuk beberapa teman, ya mereka miliki.
MT: Bagi saya pribadi, saya memiliki beberapa sambungan dengan anarkis luar Indonesia, dan dari awal Institut - Sebuah mampu eksis berkat bantuan dan solidaritas dari jaringan internasional. Kami mencoba untuk membuat koneksi dengan berbagai kolektif dalam rangka untuk menyebarkan informasi tentang keberadaan dan kegiatan kami di sini. Kami menyadari pentingnya berbagi informasi dan jaringan, dan benar-benar kita tahu apa alat yang bisa kita gunakan untuk berbagi informasi, hanya kadang kita terhambat oleh kendala bahasa, atau tidak memiliki waktu atau berada dalam suasana hati yang tepat untuk menerjemahkan banyak material. Tidak banyak dari kita memiliki kemampuan dan keinginan untuk menerjemahkan secara intensif.
Bagaimana Anda melihat kemungkinan masa depan anarkisme di Indonesia dan Asia Tenggara?
PM: Saya tidak bisa berbicara tentang hal ini karena saya tidak tahu banyak tentang anarkisme di Asia Tenggara. Aku tahu, jaringan itu penting, tetapi untuk sekarang, saya hanya ingin lebih fokus pada Indonesia sejak di sana sudah begitu banyak hal untuk dilakukan, tetapi anarkis Bahasa Indonesia begitu sedikit yang benar-benar melakukannya di sini.
JC: Dengan proses yang berkelanjutan yang telah terjadi, saya pikir ada banyak ruang yang bisa diisi oleh kaum anarkis di Indonesia.Lebih dari beberapa orang yang digunakan untuk menjadi Marxis-Leninis mulai berpikir bahwa segala bentuk kekuasaan korup dan menindas. Orang-orang yang telah menjadi korban korporasi juga mulai merasa bahwa pemerintah hanya akan mengambil sisi perusahaan, dan karena itu perlu untuk melakukan sesuatu yang lebih kuat daripada hanya meminta pemerintah untuk bantuan.
MT: Saya merasa sangat positif, terutama dalam konteks Indonesia di mana terdapat begitu banyak masalah. Semakin banyak orang yang berbeda dan kelompok mulai merasa bahwa bentuk perjuangan mereka adalah tiba di jalan buntu, dan anarki dipandang sebagai sesuatu yang sangat logis. Namun demikian, semua ini akan membutuhkan proses yang panjang dan kerja keras, kita perlu membangun kolaborasi dan solidaritas tegas antara kami. Saya percaya kita akan melihat benih-benih anarki yang kita tabur dan menyebar mulai hari ini tumbuh di mana-mana ...